Aku berjalan hingga hilang
Dirundung duka, kelam gulita
Aku berdiri selagi tak menitihkan air mata
Angin menerbangkan daun-daun kering
Ia tak berdaya
Aku hanya hilang, didekap sakit mencengkram
Hanyut terbawa irama kerinduan
Napasku terhenti sejenak
Air mata jatuh di bumi gersang
Terseret riuh angin lalu-lalang
Menempiskan gemuruh bisikan setan
Aku tertunduk dalam sepi
Tak perduli berisik suara orang menggema
Ada yang bertanya "untuk apa ia menangis dibawah hujan?"
Kebodohan ini membodohiku
Kebisuan ini membisukanku
Hanya hati berteriak meronta
Semakin kencang
Semakin dalam ia meronta
Ingin keluar dari kebosanan zaman
Biarkan ia pergi, berlalu diantara petir menggelegar
Biarkan ia pergi, dibawah nyanyian hujan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar