Tidak semua yang aku tulis adalah yang aku rasakan

Minggu, 22 Desember 2013

Setangkai Mawar

Kau ketuk pintu hatiku
Mengucap janji saling menyayangi
Kau datang dengan setangkai mawar
ditanganmu

Harum semerbak bagai pelangi
Diantara matahari hangatkan gelap hati

Lama-lama kau bosan
Hilir mudik bersamaan petir menggelegar
Datang hujan mengusik pelangi kita

Kau obrak-abrik rumah cintaku
Kau sayat hati dan jiwaku
Tanpa peduli
Semua berserakan
Semua hancur
dengan satu sentuhan

Kau hanya bermain dalam hatiku
Kau membuat semuanya jadi sayu
Jadikan mawar segar melayu

Semua telah hanyut terbawa hujan tangis
Namun kau tak rasakan gelap disini
Kau tak rasakan perih tersakiti
Setangkai mawarku layu, seirama perginya sosokmu
Setangkai mawarku berguguran senada gugurnya cintamu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar